Pekerja Myanmar dan Korea mogok untuk memperingati pemberontakan 1988


Aksi mogok tersebut diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Pemogokan Umum dengan slogan “hutang darah dari tahun ’88 harus diselesaikan pada tahun 2021”. Tema tersebut mengingatkan rakyat akan perjuangan pro-demokrasi yang belum selesai setelah 33 tahun dan komitmen kuat generasi sekarang.

Anggota Konfederasi Serikat Buruh di Myanmar (CTUM) dan Federasi Pekerja Industri Myanmar (IWFM) berbagi foto diri mereka mengenakan kemeja merah dan mengangkat hormat delapan jari, dengan tagar #8FingersStrike dan #RedCampaign.

Serikat Pekerja Logam Korea (KMWU) dan organisasi masyarakat sipil lainnya di Korea Selatan memobilisasi pekerja dan warga untuk bergabung dalam aksi solidaritas dengan Myanmar.

Demonstran di Korea Selatan

Kelompok-kelompok tersebut mengadakan piket nasional di perusahaan-perusahaan Korea dengan investasi di Myanmar, termasuk perusahaan baja POSCO International, Korea Gas Corporation, Dana Pensiun Nasional dan Grup Inno, yang terlibat dalam proyek konstruksi dengan militer Myanmar.

KMWU mendesak junta militer untuk mengakhiri pembantaian, menuntut agar pemerintah Korea mengakui Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar dan bahwa perusahaan-perusahaan Korea memutuskan hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan militer Myanmar.

KMWU secara konsisten mengadakan piket harian di depan kantor atase militer kedutaan Myanmar di Seoul sejak kudeta.

Khaing Zar, presiden IWFM, mengatakan:

“Penting bagi generasi baru rakyat dan pekerja Myanmar untuk melanjutkan perjuangan pro-demokrasi. Kita harus menolak kediktatoran militer dan mengembalikan kekuasaan ke pemerintahan sipil. Saya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung inisiatif sanksi ekonomi yang komprehensif untuk menghapus junta militer secara efektif dan cepat.”

Valter Sanches, sekretaris umum IndustriALL IndustriALL, mengatakan:

“Pesan dari gerakan buruh Myanmar jelas dan tidak ambigu: tidak boleh ada keterlibatan dengan junta militer. Rezim harus diisolasi secara diplomatik, politik dan ekonomi. Ini berarti bahwa organisasi internasional dan pemerintah dunia harus mengakui Pemerintah Persatuan Nasional dan menolak untuk terlibat dengan rezim. Sejak kudeta, kami telah menyerukan sanksi ekonomi yang komprehensif dari pemerintah, investor dan perusahaan untuk membatasi sumber daya junta militer yang tidak sah untuk menyerang rakyat Burma”.

Enam bulan setelah kudeta militer, 965 orang telah dibunuh oleh rezim, dan 5.534 orang, termasuk mantan penasihat negara Aung San Suu Kyi, masih dalam penahanan sewenang-wenang.

mingguan Data SGP 2020 – 2021. Promo seputar yang lain tersedia diamati secara terencana via iklan yang kita sampaikan pada website itu, dan juga siap dichat kepada petugas LiveChat pendukung kami yg stanby 24 jam On-line untuk meladeni seluruh maksud para pemain. Ayo buruan sign-up, serta dapatkan promo Lotere & Kasino Online tergede yang tersedia di web kita.