Filipina: Bebaskan Jurnalis dan Aktivis Konsorsium dengan Tanda Merah dan Jatuhkan Tuduhan Palsu Terhadap Mereka

Amnesty International sangat prihatin dengan berlanjutnya pengurungan jurnalis Lady Ann Salem serta enam aktivis lainnya menyusul penggerebekan terpisah di Metro Manila di 10 Desember. Organisasi tersebut yakin penangkapan dan penahanannya merupakan periode dari pola mapan otoritas Filipina yang menggunakan tuduhan palsu untuk menghukum dan membungkam para pencetus. Amnesty International menyerukan kepada pemerintah untuk membebaskan Salem dan pemrakarsa lainnya yang menjadi sasaran sebab pekerjaan hak asasi manusia itu, dan mencabut tuntutan terhadap itu. Organisasi tersebut juga menyerukan penyelidikan yang cepat, tidak memihak, dan efektif atas tuduhan bahwa senjata yang ditemukan dalam kepemilikan Salem dan aktivis lainnya ditanam.